Capt. Arifin: Kampus Pelaut BPSDMP Buka Pendaftaran Taruna Baru Program Mandiri

  • Oleh : an

Minggu, 23/Jul/2017 07:03 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Beberapa kampus pelaut BPSDM Perhubungan sudah siap membuka pendaftaran program mandiri tahun 2017. Pembukaan pendaftaran ini dilakukan untuk mengakomodir animo peserta yang tinggi menjadi pelaut tapi gagal masuk melalui sipencatar jalur reguler.PIP Makassar dan PIP Semarang sudah mulai membuka pendaftaran program mandiri ini. STIP Jakarta dan Poltekpel Surabaya sudah dalam proses membuka pendaftaran taruna baru program mandiri pula, kata Kapusbang SDM Perhubungan Laut BPSDMP Capt. Arifin Soenardjo, M.Hum saat dikonfirmasi Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (22/7/2017) petang.Menurutnya, sesuai arahan pimpinan untuk mengakomodasikan anomo masyarakat untuk menjadi pelaut. Sementara, fakta-fakta di lapangan banyak peserta yang belum lulus proses sipencatar reguler tahun 2017 ini. Ada yang gafal di TPA ada pula yang di tes psikologi sudah gagal. Ke depan, perlu ada penyesuaian antara peserta sipencatar dari sekolah-sekolah pelaut di kawasan Indonesia barat dengan daerah lain di Tanah Air. Kepada mereka perlu ada kebijakan khusus, sehingga bisa tetap melanjutkan sekolah menjadi pelaut, jelas Capt. Arifin.Dikatakan, peserta sipencatar program mandiri yang penting lulus tes TPA dan tes kesehatan. Keduanya mutlak harus dipenuhi sebelum mereka diterima bahkan masuk mengikuti program diklat kepelautan di kampus-kampus BPSDMP.Kewajiban Kampus untuk MendidikKalau kurang pintar dan kurang terampil, maka kewajiban kampus atau lembaga diklat untuk mendidiknya. Selama mereka sehat dan memenuhi syarat dasar kemampuan akademik masih bisa ditolerir. Masih ada harapan besar untuk dididik dan dilatih menjadi taruna pelaut yang profesional, jelas capt. Arifin.Kebijakan Kementerian Perhubungan, lanjut Capt. Arifin, bagaimana kuota masing-masing kampus bisa terpenuhi. Kalau dari sipencatar reguler belum cukup, bisa dipenuhi dari peserta program mandiri. Sayang, animo masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi taruna pelaut cukup tinggi. Tapi, mereka sudah berguguran di perjalanan, terang alumni AIP XXI tersebut.Ada prinsipnya, pimpinan Kementerian Perhubungan dan BPSDMP akan mengambil solusi alternatif yang paling baik. Animo masyarakat menjadi taruna pelaut tinggi. Di sisi lain, untuk mendukung program pemerintah merealisasikan program tol laut, praktis membutuhkan SDM pelaut terutama perwira di atas kapal yang makin banyak pula.Tugas lembaga diklat kepelautan di bawah BPSDMP untuk menampung dan mendidik mereka menjadi pelaut-pelaut profesional itu. Namun begitu, mereka tetap harus mengikuti prosedur dan lolos ujian penyaringan di lembaga diklat terkait, tegas Capt. Arifin Soenardjo. (helmi)