Kapal Peserta Sail Indonesia Terdampar Di Perairan Arafura

  • Oleh :

Jum'at, 28/Jul/2017 11:49 WIB


AMBON (BeritaTrans.com) - Kapal layar berbendera Australia ditemukan terdampar di perairan laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku tepatnya sekitar tujuh mil laut dari pulau Trangan, Kamis (27/7/2017) malam.Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan hilang. Kapal layar yang diketahui merupakan peserta lomba Yeact Sail Indonesia Relly itu terdampar setelah dihantam ombak dan cuaca buruk yang ekstrem di perairan tersebut.Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut namun kondisi kapal mengalami kerusakan pada bagian kemudi.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, Djemy Haryanto mengungkapkan, kapal layar tersebut mengangkut dua orang penumpang.Penumpangnya ada dua orang, satu laki-laki dan satunya perempuan. Kedaunya selamat tapi mereka tidak mau turun dari kapal itu, kami dapat informasi kapal itu merupakan peserta Sail Indonesia, ujar Djemy kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon. Dia menjelaskan, informasi terdamparnya kapal layar tersebut didapat dari Basarnas Ambon. Saat mendapat kabar, pihaknya langsung berkoordinasi dengan TNI AL, Polres Kepulauan Aru dan sejumlah instansi lainnya untuk proses pencarian.Kita dengar informasi itu pagi tadi dan saya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Setelah itu tim langsung berangkat sekitar pukul 15.10 WIT untuk melakukan pertolongan, ucapnya.Dia mengaku, perjalanan tim menuju lokasi terdamparnya kapal layar sekitar 6 jam. Setelah tiba, tim SAR gabungan kemudian memeriksa kapal tersebut dan berusaha meminta dua penumpang yang belum diketahui identitasnya agar turun dari atas kapal.Tim gabungan pergi dengan speedboat, mereka tiba sekira pukul 18.35. Sampai di lokasi, tim langsung lakukan tindakan penyelamatan. Tapi kedua bule itu tidak mau turun dari kapal, dan saat ini mereka masih ada di kapal itu, ungkapnya.Djemy mengaku, sebelum kejadian, pihaknya telah mendeteksi keberadaan kapal tersebut sejak sepekan lalu melalui citra satelit. Saat itu posisi kapal berada di perbatasan perairan Maroke dan Kepulauan Aru.Kita sudah deteksi kapal ini sejak tanggal 22 Juli lalu, kapal ini sedianya harus finis di Tual tapi kapalnya terdampar di laut Arafura, ujarnya.Dia mengaku pihaknya telah berusaha untuk meminta kedua penumpang kapal itu turun. Namun karena keduanya bersikeras tetap berada di atas kapal, tim gabungan akhirnya memilih kembali ke Dobo. Tim saat ini sudah kembali, pungkasnya. (ani/sumber kompas.com).

Tags :