Ini Hal Positif dan Permasalahan pada Angleb 2017 dengan Kereta Api

  • Oleh : Naomy

Kamis, 03/Agu/2017 09:07 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Angkutan Lebaran (angleb) 2017 sudah usai, namun masih ada evaluasi yang dilakukan bersama untuk memetakan permasalahan dan ditemukan soulusinya dalam gelaran Forum Group Disscussion (FGD) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.Salah satu diantaranya terkait angkutan kereta api (KA). Kasie Ditjen Perkeretaapian Arief sudyatmoko menyampaikan bahwa ada dua hal yang muncul pada angleb 2017."Ada hal positif dan permasalahan pada angkutan kereta api selama angleb," ujar Arief di Jakarta belum lama ini.Hal positif pada angleb diantaranya pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) baik di stasiun maupun di perjalanan KA. Terjadi peningkatan jumlah perjalanan KA baik jumlah satana maupun frekuensi perjalanan.Selanjutnya sistem boarding yang memudahkan pengaturan penumpang di stasiun keberangkatan. Terakhir hal positif lainnya adalah sistem online ticketing, memudahkan calon penumpang dalam merencanakan perjalanan.Arief juga mengemukakan adanya permasalahan yang timbul diantaranya masih banyaknya perlintasan sebidang, ditambah masih ada masyarakat yang belum tertib yang menyebabkan beberapa kecelakaan di perlintasan sebidang."Keterbataaan sarana baik dari sisi jumlah dan usia yang tua, menyebabkan terkadang menyebabkan gangguan dalam perjalanan KA saat terjadi kendala," papar Arief.Permasalahan lainnya yang ada, yakni belum selesainya pembangunan double track pada lintas selatan jawa dan double-double track pada Manggarai-Cikarang."Sehingga kesulitan dalam pengoperasian dan berdampak pada keterlambatan perjalanan," kata dia.Untuk itu, pada tahun tahun depan akan dilakukan antisipasi seperti penambahan jumlah sarana KA dan frekuensinya, sehingga jumlah perjalanan dapat bertambah perharinya.Selanjutnya, Arief menyebutkan, akan dilakukan sosialisasi program angkutan motor gratis yang lebih gencar guna mengurangi pemudik dengan sepeda motor."Uji kelaikan sarana dan prasarana secara menyeluruh," tuturnya.Antisipasi lainnya ditambahkannya, adalah bila dimungkinkan diadakan tiket promo sebelum H-7 dan H+7 guna memecah penumpukan penumpang.Meningkatkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemangku kepentingan lain guna kelancaran angleb. (omy)