PT Angkasa Pura I & II Berminat Kelola Bandara Komodo

  • Oleh :

Kamis, 03/Agu/2017 07:50 WIB


LABUAN BAJO (BeritaTrans.com) - Dua BUMN operator bandar udara (bandara) tampaknya berminat mengelola Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).Bahkan pada minggu lalu tim dari PT Angkasa Pura I sudah mensurvei Bandara Komodo selama tiga hari. Survei itu untuk mengetahui, apakah Bandara di daerah wisata itu berpeluang untuk dikelola oleh perusahan tersebut atau tidak.Selama ini Bandara Komodo dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan.Kepala Bandara Komodo, Djarot Subianto, menjelaskan bahwa sejumlah data tentang Bandara Komodo juga dicek semua oleh PT Angkasara Pura I dalam survei tersebut."Ini baru survei, baru melihat data-data. Seperti jumlah penerbangan, jumlah penumpang dalam satu tahun yang berangkat maupun yang tiba, panjang dan lebar Bandara, fasilitas di Bandara, pengelolahan lahan parkir. Intinya dia melihat apakah semua itu bisa menguntungkan atau tidak," kata Djarot.Dijelaskannya, selama pengelolahan Bandara Komodo oleh Kementerian Perhubungan maka hal yang diutamakan adalah pelayanan.Sedangkan kalau dikelolah oleh PT Angkasa Pura maka selain pelayanan, tentunya mereka mencari keuntungan."Dia pasti mencari keuntungan. Kalau diambil alih, bisa saja karcis parkir dan kontrak ruangan harganya akan naik. Karena kalau ngga, mereka tidak mendapat keuntungan. Kami sudah memberi banyak data yang mereka minta. Mereka juga sudah bertemu Pemda," kata Djarot.Hasil survei itu, kata dia, selanjutnya dipresentasekan di Kementerian Perhubungan. Kepastian apakah Angkasa Pura I akan mengambil alih pengelolahan Bandara Komodo, tergantung hasil final survei mereka.Selain itu, PT Angkasa Pura II juga kata Djarot akan datang mensurvei. Informasi dari PT Angkasa Pura II itu sudah diterimanya tetapi belum tahu kapan mereka ke Labuan Bajo untuk survei.Warga berharap agar rencana dari Angkasa Pura itu akan memberi dampak baik bagi warga di Labuan Bajo dan sekitarnya. BANDARA INTERNASIONALSebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya merencanakan meningkatkan status Bandara Komodo, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur (NTT).?Saya lagi berpikir ingin Labuan Bajo, Labuan Bajo sangat potensial sekali, dan dekat dengan Australia, kata Budi Karya di Kementerian BUMN, Jumat (20/1/2017).DSCF1297.JPGSebelum meningkatkan status itu, saat ini pihaknya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah melakukan kajian dan hal apa saja yang harus disiapkan.Persiapan ini menjadi hal utama mengingat nantinya bandara internasional akan menjadi cerminan dari wajah Indonesia.Misalnya yang harus kita perhatikan mengenai security,? oleh karenanya kita akan lihat seksama. Retapi Labuan Bajo mungkin akan kita pikirkan, ujar dia.Seperti diketahui, pengembangan Bandara Labuan Bajo ini selesai dilakukan pada 2015. Salah satu yang dibangun adalah terminal penumpang. Pengoperasian terminal baru itu dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.?Pembangunan fasilitas terminal penumpang baru ini telah diselesaikan pada tahun anggaran 2015 dengan total nilai Rp 191,7 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas 9.687 meter.Terminal ini mampu meningkatkan pelayanan penumpang dari sebelumnya sebanyak 150 ribu penumpang per tahun menjadi 1,5 juta penumpang per tahun.Kini bandara itu selain mempunyai terminal dengan daya tampung besar dan desain artistik, juga mempunyai runway dengan panjang 2.250 meter dan lebar 45 meter.? (moy).Sumber: tribunnews.com.Foto: haluhnawang.blogspot.com

Tags :