ASDP Akan Beli 21 Kapal dan Terima 2 Kapal Bantuan Kemhub

  • Oleh : an

Jum'at, 05/Janu/2018 20:10 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan mengatakan pihaknya akan membeli 21 kapal mulai tahun 2018 ini. Penambahan kapal biaa berasal dari pembelian kapal, pembuatan kapal baru ke galangan, dan bantuan pemerintah.Dari jumlah tersebut, ada dua kapal yang bakal ditambah tahun ini merupakan lanjutan dari program penambahan kapal di 2017 atau proyek multiyears. Di samping itu, ASDP juga bakal mendapat bantuan 2 unit kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) tahun ini."Manajemen ASDP juga akan memesan 11 kapal baru ke perusahaan galangan haik dalam atau luar negeri. Sesuai rencana, kapal yang dipesan diproyeksi rampung pada 2019," kata Djunia Satriawan di Jakarta, Jumat (5/1/2018).Jadi tahun 2018, lanjut dia, kurang lebih ada 10 kapal yang akan dibeli ASDP. Namun ASDP mempunyai beberapa opsi. "Bisa membali kapal baru atau membeli kapal belas. Tentunya harus sesuai ketentuan UU, masih laik laut, tak boleh berusia lebih dari15 tahun dan lainnya," jelas Djunia lagi.Opsi lainnya, Djunia mengungkapkan, ASDP punya opsi untuk kerja sama dalam mendatangkan armada baru. Di samping itu, ASDP juga bakal membeli kapal bekas dengan kualitas masih prima berumur di bawah sepuluh tahun. Terbanyak di Merak-BakauheniDjunia menambahkab, lintasan Merak--Bakauheni bakal menjadi lintasan penempatan armada baru terbanyak. Lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia itu masih menjanjikan untuk pengembangan armada baru bagi ASDP. Djunia menuturkan, satu kapal baru bakal ditempatkan di dermaga eksekutif yang akan rampung Agustus 2018 mendatang. "Kapal dan dermaga itu disiapkan untuk mengantisipasi pelaksanaan ASEAN GAMES mendatang," papar dia.Kapal yang bersandar di dermaga eksekutif masuk dalam ketegori istimewa karena dikhususkan untuk penyebrangan berdurasi satu jamSebaliknya, pihak ASDP akan menarik sekitar 4-5 kapal feri ASDP juga bakal ditarik karena memiliki ukuran di bawah 5.000 GT. Selain itu juga memiliki kecepatan tinggi sehingga bisa melayani dengan lebih cepat."Sebagaimana diketahui, Kemenhubt telah menerbitkan aturan yang mengharuskan kapal di bawah 5.000 GT harus menyingkir dari lintasan Merak-Bakauheni per Desember 2018," tegas Djunia.(helmi)Foto: dok, ilustrasi