Angkut 105 Penumpang, Kapal dari Bintan Tenggelam di Selat Singapura

  • Oleh :

Kamis, 19/Apr/2018 17:30 WIB


BINTAN (BeritaTrans.com) - Kapal yang mengangkut 105 orang penumpang tujuan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) dari Bandar Penawar, Johor, Malaysia, dikabarkan tenggelam di perairan mercusuar Horseburgh (Batu Putih), Selat Singapura, Kamis (19/4/2018) sekitar pukul 02.53 LT waktu setempat.Kapal yang belum diketahui namanya ini tenggelam karena ada kerusakan parah. Akibatnya, 105 penumpang mengapung di permukaan air laut.Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Tanjungpinang, Budi Cahyadi membenarkan bencana tersebut. Budi mengatakan, saat ini BNPP Kelas A Tanjungpinang sudah menerjunkan KN SAR Purworejo untuk menuju ke lokasi kejadian."Kami mendapatkan informasi dari coastguard Singapura dan MRCC Johor Bahru, yang menyebutkan ada kapal yang tenggelam di perairan Batu Putih tujuan ke Bintan," kata Budi, Kamis (19/4/2018).Menurut Budi, informasi terbaru dari coastguard Singapura dan MRCC Johor Bahru menyebutkan, jumlah korban sebanyak 105 orang. Namun kondisi mereka belum bisa dipastikan."Untuk kondisi penumpang sejauh ini kami belum tahu pasti, karena bantuan dari kami juga masih menuju lokasi kejadian. Namun informasi update yang kami dapatkan dari coastguard Singapura, pihaknya sedang melaksanakan evakuasi korban di atas air ke kapal Singapura," jelas Budi.Selain menerjukan satu tim, Budi mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Batam, Bakamla, Polairud Polda Kepri, dan PLP Tanjung Uban."Bahkan Polairud Polda Kepri menggerakan KN Baladewa dan Pangkalan PLP TUB menggerakkan KN Sarotama P112 dan KN Kalimashada P115 untuk membantu evakuasi korban laka laut tersebut," ujarnya.Baca juga : Sebuah Kapal Dihantam Gelombang di Tenggamus, 2 Orang Dikabar Tewas"Sementara dari unsur Singapura mengerahkan dua unit kapal coastguard, Kapal Police Marine satu unit, satu unit Kapal Navy dan Bakamla satu unit. Sedangkan unsur Malaysia menerjunkan KM Tegas yang berjumlah 30 orang dan boat kilat sebanyak 21 unit," kata Budi menambahkan.(moy/sumber: kompas.com).