Infrastruktur di Papua, Irjen Kemenhub: Masyarakat Bangga dan Mulai Merasakan Kerja Pemerintah

  • Oleh : an

Senin, 19/Nov/2018 08:01 WIB


IMG-20181119-WA0017CURUG (BeritaTrans.com) - Dialog dan presentasi Menhub Budi Karya Sumadi dengan para pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di depan taruna STPI Curug, Tangerang, berlanjut dan diikuti ratusan audiens baik taruna atau peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM).Banyak hal dibahas, termasuk pembangunan infrastruktur di daerah terdepan dan terluar NKRI seperti di Papua. "Semua tak lepas dari perhatian Pemerinahan Jokowi-JK selama empat tahun terakhir," kata Menhub di kampus STPI Curug, Minggu (18/11/2018)Kini giliran Irjen Kemenhub Wahju Satrio Utomo, kebetulan baru pulang tugas pemantauan ke Papua. Banyak proyek transportasi digalakkan di provinsi paling timur Indonesia itu."Pak Irjen, bagaimana hasil pemantauan Anda selama bertugas ke Papua kemarin? Coba ceritakan di depan anak-anak (taruna STPI) ini," kata Menhub mempersilahkan.IMG-20181119-WA0015"Terima kasih Pak Menteri. Hasil kunjungan ke Papua, masyarakat mengaku bangga dan mulai merasakan kerja Pemerintah, terutama dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Perjalanan dari Biak, Serui dan daerah di pegunungan Papua bisa ditempuh dengan maskapai perintis," kata Irjen Kemenhub yang akrab disapa Pak Tommy itu.Selain matra udara, pembangunan pelabuhan serta kapal-kapal Tol Laut yang membawa bahan kebutuhan pokok (sembako), semen dan lainnya sangat dirasakan manfaatnya di masyarakat Papua."Dampak tol laut mampu menurunkan disparitas harga barang di berbagai titik di Papua," sebut Tommy yang tampil bersama Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti.Di tambahkan Tommy, pembangunan sejumlah dermaga dan pelabuhan di daerah Papua dan Papua Barat kini terus dikebut pembangunannya. Pelabuhan itu dibangun Ditjen Perhubungan Laut dan beberapa pelabuhan sungai oleh Ditjen Hubdat, Kemenhub RI."Jika infrastruktur itu sudah selesai dan siap dioperasikan, maka arus logistik di Papua makin lancar dan disparitas harga pun bisa terus ditekan agar bisa mengurangi beban masyarakat di daerah," tegas Tommy.(helmi)