Ganjil-Genap Dari Tambun Bagian Penanganan Kemacetan Jalan Tol Jakarta Cikampek

  • Oleh : an

Selasa, 27/Nov/2018 15:25 WIB


BEKASI (BeritaTrans.com) - Kebijakan ganjil genap yang diperpanjang dari Pintu Tol Tambun, Bekasi merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mengurangi kemacetan yang terjadi di Tol Jakarta Cikampek terutama ruas Bekasi Jakarta karena pembangunan proyek-proyek strategis seperti pembangunan tol layang (elevated), kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodetabek.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan konstruksi pada proyek-proyek tersebut beberapa waktu terakhir ini berdampak pada kemacetan yang semakin meningkat. "Oleh karena itu, perlu dilakukan kebijakan-kebijakan yang lebih maksimal," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Bekasi, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga:
Terminal BRPS Pekanbaru Rampcheck Terhadap Bus Yang Akan Berangkat

Selain kebijakan ganjil genap di tambun, lanjut dia, terlebih dahulu diimplementasikan kebijakan serupa di Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Tidak hanya sebatas pada kebijakan ganjil genap di pintu tol, namun juga pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V serta pemberlakukan lajur khusus angkutan bus. Ketiga kebijakan tersebut merupakan 1 paket kebijakan yang berlaku setiap hari mulai Senin s/d Jumat pukul 06.00 09.00 WIB kecuali Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional.

Baca Juga:
Tingkatkan Pelayanan Angleb 2019, BPTD XXIII Maluku Gelar Rakor Dengan Pemangku Kepentingan

Kebijakan yang telah diterapkan sejak bulan Maret 2018 di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur dinilai masih cukup efektif mengurangi kemacetan di Jalan Tol Jakarta Cikampek khususnya ruas Bekasi Jakarta pada pagi hari.

Ambil Jalan Alternatif

Baca Juga:
Libur Sekolah Dimulai, Ini Tips Dan persiapan Mudik Ala BPTD IV Riau-Kepri

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Bambang juga berharap masyarakat dapat mengatur kembali pola serta waktu perjalanan.

Apabila masyarakat harus bepergian dengan melintas jalan tol Jakarta Cikampek pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi antara pukul 22.00 05.00 WIB hendaknya dapat menggunakan jalur alternatif lain.

Menurutnya jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi antara lain jalur arteri sepanjang Kalimalang Cibitung, atau setelah Jl. KH. Noer Ali. Masyarakat juga dapat memanfaatkan jalan Ahmad Yani Bekasi untuk kemudian menyusuri Jl. Juanda Bekasi menuju ke arah timur.

Peningkatan intensitas kemacetan di Jalan Tol Jakarta Cikampek memang suatu hal yang sulit dihindari, meskipun Pemerintah saat ini sedang mengupayakan langkah-langkah komprehensif yang melibatkan semua stakeholder untuk mengurangi kemacetan tersebut.

Selain manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan di lapangan, partisipasi dan pemahaman publik tentunya sangat dibutuhkan guna mendukung agar proses pengerjaan proyek strategis di Jalan Tol Jakarta Cikampek ini segera terselesaikan, pungkas Bambang.(helmi)