PKTJ Bersama Dishub Tegal Gelar Bimtek Keselamatan Lalu LIntas Pada Guru TK dan Kelompok Bermain

  • Oleh : an

Jum'at, 29/Mar/2019 19:01 WIB


IMG-20190329-WA0048TEGAL (BeritaTrans.com) - Dishub Pemkab Tegal bersama PKTJ Tegal melakukan sosialisasi dan bimbingan teknik (Bimtek) mengenai keselamatan lalu lintas. Bimtek ini menyasar guru-guru TK/PAUD dan Kelompok Bermain di Pemkab Tegal, Jawa Tengah.Saat ini, tercatat ada 600 TK/ Kelompok Bermain di Pemkab Tegal. "Mereka itulah yang dijadikan objek dan tujuan sosialisasi mengenai keselamatan dan gerakan sadar lalu lintas usia dini (SALUD)," kata Bunda SALUD yang juga dosen PKTJ Tegal Tri Susilo Hidayati, M.Sc kepada BeritaTrans.com di Tegal, Jumat (29/3/2019).Sementara budaya dan kasus melanggar lalu lintas di masyarakat Kota dan Kab Tegal, Jawa Tengah masih tinggi. "Bermula dari kondisi di lapangan tersebut, Dishub Pemkab Tegal dan PKTJ Tegal tergerak untuk memberikan Bimtek kepada para guru TK/ PAUD serta Kelompok Bermain di wilayah ini. IMG-20190329-WA0047Ragam Pelanggaran LalinDikatakan Susi, saat ini masih banyak kasus pelanggaran lalu lintas, seperti menunggu di lampu merah, berhenti melebihi garis stop line atau melewati median jalan.Dari hasil pengamatan di lapangan, aku Susi, jenis pelanggaran yang paling sering adalah pengemudi sepeda motor. "Misalnya, tidak menggunakan helm atau memakai helm yang asal dan bukan SNI," aku dosen senior ini. Kemudian memakai helm namun tidak dipasang gesper dagu serrta masih banyak lagi. "Alasannya klasik, seperti hanya perjalanan dekat saja.""Membonceng lebih dari dua orang, membawa barang berlebihan, memboncengkan anak-anak dengan tidak memperhatikan keselamatan," sebut Susi lagi.Ada pula ABG yang memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, melawan arus, dan lainnya. Intinya, perilaku mereka tidak berkeselamatan dan membahayakan orang lain," jelas Susi.Bimtek SALUD kepada Ibu dan Bapak Guru TK/ Kelompok Bermain ini dilakukan dalam beberapa gelombang. Sampai kini, sudah ratusan guru di Kota dan Kab Tegal yang mengikuti Bimtek keselamatan lalu lintas ini. "Sedang output dari diklat diharapkan mereka bisa menjadi Agen Perubahan atau menjadi Penyuluh Keselamatan di sekolah atau lingkungan masing-masing," tegas Susi.(helmi)