Kepatuhan Operator Terhadap Penerapan Tarif Baru Ojol akan Dievaluasi

  • Oleh : Naomy

Kamis, 08/Agu/2019 15:40 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Ditjen Perhubungan Darat melalui Direktorat Angkutan Jalan akan mengevaluasi kepatuhan operator terhadap penerapan tarif baru ojek dalam jaringan (ojek online/ojol)."Bila semua kota dan kabupaten telah menerapkan biaya jasa ojek online baru, pemerintah akan melakukan evaluasi tiga bulanan secara menyeluruh. Sekalian akan kita monitor kepatuhan operator terhadap trif yang telah diberlakukan," tegas Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani di Jakarta, Kamis (8/8/2019).Mulai pukul 00.00 nanti, sebanyak 142 kota diterapkan tarif baru ojol untuk semua zona yang ditetapkan yakni zona I, II, dan III."Sisanya diharapkan rampung pada September 2019," ujarnya.Senior Vice President PT Gojek Indonesia Panji Ruky mengatakan akan mendukung program pemerintah terutama dalam hal keselamatan pengemudi dan penumpangnya.Sedangkan Head of Strategy and Planning Public Affair Grab, Tirza R Munusamy mengatakan sudah pernah melakukan survei dan monitoring harga. "Hasilnya pendapatan mitra kami naik antara 20-30 persen dan jumlah penumpang yang diangkut tidak berkurang. Artinya penguna jasa memaklumi adanya penyesuaian tarif," kata Tirza. Seperti diketahui, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat, tarif ojek online dibagi menjadi tiga zona.Zona Imeliputi Jawa, Sumatera dan Bali. Tarif batas bawah Rp 1.800 per km, sedangkan tarif batas atas Rp2.300 per km. Biaya minimum sekali perjalanan Rp7.000 - Rp10.000 per 4 km.Zona IImeliputi Jabodetabek, dengan batas bawah Rp2.000 per km, dan tarif batas atas sebesar Rp2.500 per km. Biaya minimum Rp8.000 - Rp10.000 per 4 km.Zona IIIadalah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua, biaya jasanya batas bawah Rp2.100 per km dan batas atas Rp2.600 per km. Selain itu, biaya jasa minimal sebesar Rp7.000 - Rp10.000 per 4 km. (omy)