BPTJ Uji Coba Sistem 2-1 di Jalur Puncak

  • Oleh : Naomy

Minggu, 13/Okt/2019 15:24 WIB


BOGOR (BeritaTrans.com) - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) uji coba rekayasa lalu lintas 2-1 yang akan mulai diujicobakan mulai 27 Oktober 2019 meski tidak akan otomatis mengurangi kemacetan di Jalur Puncak. Sistem 2-1 dikembangkan sebagai alternatif pilihan sistem rekayasa lalu-lintas buka tutup yang sudah bertahun-tahun hingga kini diterapkan di jalur puncak setiap pekan atau setiap musim liburan. "Pada prinsipnya sistem 2-1 merupakan opsi jalan keluar terhadap keluhan masyarakat setempat yang selama ini terganggu aktifitas karena sistem buka tutup di Jalur Puncak," jelas Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Bogor, ditulis Ahad (13/10/2019).Kebijakan rekayasa lalu-lintas sistem 2-1 untuk jalur puncak ini dirumuskan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat sekitar puncak yang kemudian setelah dilakukan kajian dan simulasi pantas untuk diujicobakan.Menurut Bambang, sistem 2-1 ini merupakan salah satu langkah jangka pendek penataan transportasi di jalur puncak. "Keberhasilan implementasi dari rekayasa lalu-lintas ini sangat tergantung pada partisipasi publik dan semua pihak," ungkapnya.Selanjutnya, Bambang mengatakan, masyarakat di luar Kawasan Puncak yang menikmati liburan di Puncak dengan kendaraan pribadi, harus menerima dan memahami jika pada waktu pelaksanaan uji coba sistem 2-1 nanti laju kendaraan mereka tetap menemui antrean panjang di jalur puncak. Saat ini daya dukung jalan di kawasan Puncak telah melampaui kapasitas, menurut data dari Pemkab Bogor, setiap akhir pekan setidaknya terdapat 19 ribu kendaraan berada maupun melintas di Jalur Puncak. Dengan kendaraan sejumlah itu, manajemen rekayasa lalu lintas apapun yang diupayakan tidak akan sepenuhnya menghilangkan kemacetan," papar Bambang.Sebagai bagian dari langkah jangka pendek penataan transportasi Kawasan puncak, BPTJ bersama para stakeholder telah pula meluncurkan layanan wisata dengan menggunakan angkutan umum massal. (omy)