Awak Kabin Garuda Dihantui PHK dan Overtime

  • Oleh :

Minggu, 08/Des/2019 11:25 WIB


Jakarta (Beritatrans.com) - Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin menyoroti pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa dasar yang jelas serta overtime kerja."Hal paling mendasar kebijakan selama priode Pak Ari dilakukan dengan ucapan Pak Ari yang menjadi aturan," ujar Zaenal di RA Premier, Jakarta Selatan, Jumat (6/12).1. Awak kabin Garuda mengalami death sleep karena overtime dalam bekerjaZaenal mengatakan, dengan kebijakan perubahan rute pesawat Garuda yang sering terjadi awak kabin terpaksa bekerja dengan waktu yang lebih panjang (overtime). Hal itu membuat awak kabin kelelahan. Zaenal menambahkan, ada awak kabin yang mengalami death sleep atau tertidur secara tiba-tiba karena kelelahan saat bekerja."Kami sudah melayangkan surat ke BOD (Board of Directors) untuk mempertanyakan masalah itu. Akhirnya sempet dijawab oleh DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) bahwa itu terjadi pelanggaran," ujar Zaenal2. Awak kabin dengan mudah mendapatkan hukuman grounded atau larangan terbangSelain itu, Zaenal juga mengaku dirinya saat ini sedang dalam masa grounded atau dilarang terbang karena dianggap melanggar perjalanan dinas. Walaupun, menurut Zaenal, itu hanya lah alasan untuk menekan serikat pekerja Garuda.Bukan hanya dirinya, banyak awak kabin lain yang mendapatkan hal yang sama. "Contohnya banyak satu hal tentang media sosial, jadi kalo pramugari itu mau terbang tiba tiba di foto lengkap dengan seragam dan ada komponen di bawahnya, di upload ke media sosial, itu sanksinya 3 bulan di grounded," ujar Zaenal.Zaenal juga memberikan informasi tentang seorang awak kabin yang menjelaskan tentang card menu dan mendapatkan grounded selama enam bulan.3. PHK dengan alasan tidak jelas juga menghantui awak kabin GarudaZaenal juga mengatakan, hal lain yang lebih menakutkan adalah awak kabin dihantui dengan bayang-bayang PHK yang tidak memiliki dasar serta alasan yang jelas."Melakukan PHK tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, bahkan membuat serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya (Ari Akskhara)," tutur Zaenal. (ny/Sumber: IDNtimes.com)

Tags :