FGD Balitbanghub: Layani 24,5 Juta Penumpang, Bandara Ngurah Rai Mendesak Dikembangkan

  • Oleh :

Rabu, 11/Des/2019 11:20 WIB


BADUNG (BeritaTrans.com) - Melayani lebih dari 24,5 juta penumpang/tahun, Bandara Ngurah Rai, Bali, mendesak dikembangkan."Jumlahnya mendekati kapasitas terpasang sebanyak 25 juta penumpang," ungkap.General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado, Focus Group Discussion (FGD), yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan, Rabu (11/12/2019).11112019126421111201912558

Dalam FGD bertajuk Penyusunan Rencana Induk (Master Plan) Kargo Udara Transshipment di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, itu dia menuturkan karena fakta tersebut maka bandara mendesak dikembangkan melalui reklamasi.
11112019134956Sebelumnya dia menuturkan Bandara Ngurah Rai mencatat telah melayani sejumlah 19,9 juta penumpang yang keluar masuk Pulau Bali. Penumpang sebanyak itu diangkut oleh 135.662 pesawat udara selama periode pencatatan Januari hingga Oktober 2019.Dengan jumlah penumpang eksak sebanyak 19.996.928 penumpang, jika dilakukan perbandingan dengan jumlah penumpang yang terlayani di periode yang sama di tahun 2018 lalu, yaitu sebanyak 19.855.559 penumpang, terdapat pertumbuhan penumpang sebesar 1%.Jumlah penumpang pada periode Januari hingga Oktober 2019 ini didominasi oleh penumpang rute internasional. Penumpang rute internasional masih mengungguli penumpang rute domestik hingga periode ini, bahkan mengalami pertumbuhan cukup banyak dibanding periode sama di tahun lalu.Di tahun ini, perbandingannya adalah sekiranya 11,6 juta penumpang rute internasional berbanding 8,3 juta penumpang domestik. Sementara di periode yang sama di tahun 2018 lalu, jumlah penumpang internasional adalah 10,5 juta, sedangkan domestik 9,3 juta, ungkap Herry, Senin (25/11/2019).Dengan jumlah penumpang yang terlayani hingga akhir bulan Oktober tersebut, bandar udara tersibuk kedua di Indonesia ini melayani penumpang sebanyak kurang lebih 65.779 jiwa per harinya. Jumlah penumpang sebanyak ini diangkut oleh rata-rata 421 pesawat udara setiap harinya.Khusus untuk rute internasional, data menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan yang cukup tinggi pada periode Januari Oktober tahun 2019 ini. Dengan angka kedatangan penumpang rute internasional sebesar 5.732.621 penumpang, dibandingkan dengan angka kedatangan sebesar 5.128.549 penumpang di periode yang sama di tahun lalu, maka terdapat pertumbuhan sebesar 12%. Hal yang sama juga terjadi pada angka keberangkatan penumpang rute internasional, di mana terdapat pertumbuhan sebesar 7% di periode tahun ini.Sedangkan untuk rute domestik, catatan jumlah kedatangan penumpang mengalami penurunan sebesar 12% dibanding dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu, yaitu dengan catatan 4.031.916 kedatangan penumpang di tahun 2019 ini berbanding dengan 4.567.284 penumpang yang datang sepanjang Januari hingga Oktober 2018.Untuk rute keberangkatan domestik, dengan jumlah kedatangan penumpang di tahun 2019 sebanyak 4.070.559 penumpang, jika dikomparasi dengan data di periode yang sama di tahun 2018, di mana terdapat 4.661.868 penumpang yang dilayani di Terminal Keberangkatan Domestik, maka terdapat penurunan sebesar 13% di tahun ini.Secara kumulatif, tingkat pertumbuhan penumpang rute internasional selama sepuluh bulan berjalan di tahun 2019 ini mencapai 9,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Angka ini merupakan angka yang cukup fantastis, membuktikan Bali masih menjadi tujuan rute penerbangan internasional favorit. Sementara untuk rute domestik, hingga bulan Oktober ini pertumbuhan penumpang masih minus, yaitu sebesar 10%, tambahnya.Sedangkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara, tercatat sebanyak 5.260.015 wisatawan memasuki Pulau Dewata melalui jalur udara. Pada periode pencatatan Januari hingga Oktober 2019 ini, tercatat terdapat pertumbuhan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara pada periode yang sama di tahun 2018 lalu, yaitu sebesar 1,2%, atau tumbuh sebanyak 54.005 jiwa.China masih menduduki peringkat pertama negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, yaitu dengan jumlah kunjungan selama sepuluh bulan di tahun 2019 ini sebanyak 1.037.078 jiwa. Menguntit di peringkat kedua adalah Australia, dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.025.115 wisatawan, serta dengan jumlah kedatangan wisatawan sebanyak 303.083 jiwa, India masih menempati urutan ketiga.Menurutnya, ketiga negara tersebut masih menjadi tulang punggung negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Bali, yaitu totalnya kira-kira hampir 2,3 juta wisatawan, atau menyentuh 63% dari total keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara yang dilayani.Bertambahnya beberapa rute internasional baru di tahun ini menjadi faktor penting dalam pertumbuhan wisatawan mancanegara menuju Bali, di antaranya . Selain itu, beberapa waktu silam kami hadirkan beberapa fasilitas baru yang semakin memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ini lah bukti komitmen kami untuk terus menerus hadirkan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa bandar udara, tutup Herry.Butuh Investasi Rp15 TriliunSebelumnya Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menuturkan dibutuhkan dana investasi hingga Rp15 triliun untuk pengembangan kapasitas penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga 37 juta orang per tahun atau meningkat 54,1 persen dibandingkan dengan kemampuan saat ini.Pengembangan kapasitas akan dilakukan antara tiga sampai 4 tahun ke depan. "[Bandara] Ngurah Rai akan kami tingkatkan hingga 28 juta penumpang per tahun pada tahap pertama. Sementara tahap kedua mencapai 37 juta orang," katanya, Rabu (4/9/2019).Dia menambahkan perlu dibangun terminal penumpang baru guna penambahan kapasitas tersebut. Namun, Faik menyatakan bandara yang terletak di kawasan Kuta ini memiliki lahan yang terbatas dan terletak di tepi laut.Solusi utama adalah melakukan reklamasi di bibir pantai. Rencananya, reklamasi akan dilakukan hingga 118 hektare. Perinciannya, untuk tahap pertama sebesar 48 hektare dan tahap kedua seluas 70 hektare. Saat ini, total reklamasi yang sudah dilakukan baru mencapai 35 hektare.Penyelesaian sisa lahan reklamasi pada tahap pertama yang seluas 13 hektare, imbuhnya, akan dilakukan pekan ini. Setelah proses reklamasi tahap pertama selesai, akan dimulai pembangunan konstruksi terminal internasional.Sementara itu, terminal internasional saat ini akan dipakai untik melayani penumpang dengan rute penerbangan domestik. Penyelesaian pengembangan kapasitas penumpang pada tahap pertama diharapkan bisa terealisasi pada 2020 atau 2021. Faik menjelaskan pengembangan tidak hanya terbatas pada sisi darat (land side), tetapi juga sisi udara (air side) dalam bentuk perpanjangan landasan pacu (runway). Rencananya, runway saat ini sepanjang 3.000 meter akan ditambah 400 meter.Kendati demikian, lanjutnya, penambahan kapasitas juga akan didukung dengan peningkatan layanan berbasis teknologi. Beberapa peralatan yang sudah digunakan untuk menunjang keselamatan dan keamanan bandara adalah X-ray Automated Tray Return System (X-ray ATRS), boarding pass scanner (flap barrier), dan autogate paspor (imigrasi)."Sistem yang sama nantinya juga akan dikembangkan di bandara besar lain yang kami kelola, seperti di Surabaya, Makassar, dan Kulon Progo. Bandara tersebut banyak disinggahi wisatawan mancanegara," ujarnya.(awe).