Cuaca Buruk Tak Bisa Melaut, Nelayan Kecil di Indramayu Mulai Terjerat Utang

  • Oleh :

Senin, 13/Janu/2020 09:59 WIB


INDRAMAYU (BeritaTrans.com) - Masa paceklik tengah dihadapi para nelayan kapal kecil di Kabupaten Indramayu memasuki musim barat sekarang ini. Mereka kini lebih banyak menganggur tidak melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Jawa."Saya punya anak 4, satu sudah bekerja di Malaysia, satu baru lulus tapi masih belum kerja, dua laginya masih sekolah," kata Samsudin, di Dermaga Pantai Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin, (13/1/2020).Samsudin menjelaskan, tidak jarang dia mesti berutang ke sana kemari hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Walau libur tapi kan tetap kalau keluarga harus dipenuhi kebutuhannya," ucap dia.Tidak hanya itu, Samsudin yang hanya bermata pencaharian sebagai nelayan itu bahkan sering menawarkan tenaganya untuk bekerja kepada pengusaha agar bisa tetap beraktivitas.Dia menawarkan jasa bekerja serabutan, seperti menjadi kuli dan pekerjaan lainnya demi menghasilkan rupiah."Tidak setiap hari juga Mas, kalau ada yang butuh saya sering kerja serabutan juga," ucap dia.Samsudin berharap, gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan Pulau Jawa bisa segera berakhir agar bisa kembali melaut seperti biasanya.Dalam hal ini, dia memprediksi gelombang tinggi akan segera berakhir saat memasuki bulan Februari 2020 nanti."Biasanya sih Februari sudah tenang lagi, semoga saja ombak tinggi segera berakhir," ujarnya.Nelayan lainnya asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Joni (47) menambahkan, ia juga tidak jarang mesti berhutang guna mencukupi kebutuhan keluarga akibat tidak melaut.Terlebih nelayan-nelayan kecil memiliki hutang yang tidak sedikit kepada tengkulak untuk pengadaan kapal."Alhamdulillahnya anak saya ada yang sudah bekerja, jadi sedikit tertolong, kadang kirim uang kalau lagi musim begini, tapi kadang juga tidak mungkin dia sedang ada keperluan," ujarnya. (ds/sumber tribunjabar)