GINSI : Kontainer Berisi Limbah Plastik Impor Ganggu Arus Barang di Pelabuhan Priok

  • Oleh :

Rabu, 22/Janu/2020 15:30 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) meminta ribuan kontainer impor limbah plastik yang diduga mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) segera dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok.Ketua Logistik dan Perhubungan Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI, Erwin Taufan mengatakan instansi Bea dan Cukai maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mestinya segera memutuskan pengeluaran kontainer impor itu demi memberikan kepastian importasi dan kegiatan berusaha."Apakah hendak di rilis keluar pelabuhan ataukah mau di reekspor ataupun hendak dimusnahkan silakan segera dilaksanakan. Sebab keberadaan kontainer- kontainer itu sudah mengganggu kelancaran arus barang di pelabuhan Priok," ujarnya kepada wartawan, pada Rabu (22/1/2020).Menurut Taufan, pihak importirnya harus bertanggungjawab terhadap penyelesaian kewajiban- kewajiban importasi itu seperti biaya storage maupun demurage."Kalau importirnya gak mau bertanggungjawab", kata Taufan importir tersebut bisa ditindak sesuai aturan yang berlaku, paparnya.Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh GINSI, tidak semua kontainer impor berisi limbah plastik itu dilengkapi verifikasi laporan surveyor (LS)."Ternyata tidak semuanya (kontainer impor itu) pakai LS karena jika yang non B3 tidak pakai LS," ucapnya.Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai, di Pelabuhan Tanjung Priok, masih terdapat 1.024 bok kontainer impor yang diduga berisi limbah plastik. Dari jumlah itu, sebanyak 14 kontainer memenuhi syarat, 2 kontainer telah di reekspor oleh PT PDPM, sementara 1.008 kontainer belum diajukan pemberitahuan pabeannya.Kontainer-kontainer limbah plastik itu masuk dari berbagai negara antara lain; Australia, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, HongKong, dan United Kingdom.Sebelumnya, Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menginstruksikan kepada tiga importir untuk menyelesaikan pengurusan dokumen kepabeanan dan kewajibannya terhadap ribuan kontainer impor berisi limbah plastik diduga mengandung B3 yang hingga kini masih menumpuk di pelabuhan Priok.Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Jece Julita Piris mengatakan, instansinya telah memanggil tiga perusahaan importir pemilik kontainer bermasalah tersebut.Ketiga importir itu yakni; PT New Harvestindo International, PT Harvestindo International, dan PT Advance Recycle Tecnology.Adapun ribuan kontainer impor berisi limbah plastik yang diduga mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) sudah lebih dari 180 hari masih menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.(wilam)

Tags :