Alhamdulillah, Pemda Sumbar Sepakat Bandara Minangkabau Tetap Dibuka

  • Oleh :

Sabtu, 04/Apr/2020 10:01 WIB


PADANG PARIAMAN (BeritaTrans.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berkirim surat ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar menutup jalur penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk sementara guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menilai penutupan penerbangan di BIM akan mempersempit ruang penyebaran Covid-19, karena ditakutkan orang luar akan membawa virus itu ke Sumbar.Lalu, pengamanan di setiap pintu masuk, kata Nasrul juga akan lebih diperketat lagi agar Sumbar aman dari virus yang mematikan tersebut. Terhadap permintaan pemda tersebut, Exsekutif General Manager PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Yos Suwagiyono, mengemukakan telah berdiskusi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.Kepada pemda, dia menuturkan dijelaskan bandara terikat dengan regulasi internasional. Selain itu, bandara memiliki fungsi lain yakni sebagai alternate atau alternatif untuk pendaratan darurat. Bandara juga berfungsi untuk disiagakan bila ada penerbangan untuk keperluan logistik bencana.IMG-20200404-WA0014"Kalau ditutup maka risikonya lebih besar dan berpotensi merugikan daerah sekitarnya," ungkap Yos kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Sabtu (4/4/2020).Yos memastikan pihaknya telah melaksanakan protokol keamanan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Dia mengatakan protokol keamanan dijalankan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait."Memang untuk memantau ribuan penumpang tidak mudah. Namun minimal BIM sudah mencoba meminimalisir ruang gerak penyebaran virus dengan bekerja sama dengan KKP Bandara serta stakeholder lainnya, memasang alat pemantau suhu dan menyiapkan berbagai sarana lainnya," jelas Yos.Bahkan sesuai perintah Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dia menjelaskan disediakan walk through insfection, wastafel untuk cuci tangan, serta penyemprotan disinfektan.Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, Yos mengungkapkan Gubernur dan Wagub Sumbar dapat memahami dan sepakat untuk tetap mengoperasikan Bandara Internasional Minangkabau."Jadi operasional bandara berlangsung normal. Hanya saja karena penerbangan reguler internasional telah ditutup, kecuali untuk keperluan evakuasi, maka diberlakukan minimum operation," jelasnya.Dia menuturkan jumlah penumpang sejauh ini mengalami penurunan. Contohnya pada Jumat, 3 April 2020, hanya terdapat 28 penerbangan dengan sekitar 2.000 penumpang. Padahal rata-rata penumpang tahun 2019 sekitar 8.400 orang/hari. (awe).