Ada Larangan Mudik, Warga Temanggung Tertahan di Sampit Kotawaringin Timur

  • Oleh :

Minggu, 26/Apr/2020 11:47 WIB


KOTAWARINGIN TIMUR (BeritaTrans.com) - Yogi, setelah usai mengerjakan tugas kantornya selama dua bulan di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus tertahan setelah mengetahui kenyataan dia tak bisa pulang kampung ke kota asalnya di Temanggung, Jawa Tengah.Kapal laut yang sedianya akan dia tumpangi dari Sampit menuju Semarang, tak beroperasi.Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan atau Permenhub No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan COVID-19, transportasi laut untuk penumpang termasuk yang dihentikan."Pada Pasal 13 ayat (1) Permenhub tersebut dinyatakan, "Larangan sementara penggunaan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf c berlaku untuk semua kapal penumpang.""Saya mengira larangan mudik itu baru diberlakukan saat musim arus mudik Lebaran nanti, bukan sekarang. Saya sempat tidak percaya, makanya saya sengaja ke pelabuhan untuk mencari informasi," kata Yogi, seperti yang dikutip dari BeritaTrans.com di Pelabuhan di Sampit, Sabtu (25/4/2020).Dia berada di Kotawaringin Timur karena urusan pekerjaan sekitar dua bulan. Kini pekerjaannya selesai dan dia ingin pulang kembali ke daerahnya menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sampit menuju Semarang.Dia kaget setelah mengetahui ternyata kini angkutan penumpang ditutup sementara. Awalnya ia memperkirakan larangan mudik tersebut terhitung musim arus mudik Lebaran yaitu mulai H-15 Lebaran nanti, namun ternyata diberlakukan sekarang.Dia tidak mengira pemerintah kini menghentikan angkutan penumpang kapal laut dan bandara. Keputusan itu juga dinilai mendadak dan tidak disosialisasikan terlebih dahulu. nifpd4oveipvwz9m1vhrPenumpang kapal di pelabuhan Foto: PT Pelindo III Yogi kebingungan karena penerbangan untuk penumpang di Bandara Haji Asan Sampit juga dihentikan. Dia tidak mengira kemungkinan batal pulang kampung dan akan berlebaran terpisah dari keluarganya.Ayah dua anak ini mengaku berencana pergi ke tempat kerabatnya di Banjarmasin Kalimantan Selatan, jika memang tidak ada solusi baginya pulang berlebaran ke kampung halamannya."Bingung juga akhirnya seperti ini. Ya jelas kecewa juga karena anak dan istri saya di sana. Seandainya disosialisasikan jauh-jauh hari, misalnya tanggal sekian kapal penumpang dihentikan, maka saya kan bisa mempersiapkan diri," keluh Yogi.Sementara itu perantau lain, Dianur, asal Tegal mengaku hanya bisa pasrah. Dia akan berlebaran di Sampit karena tidak bisa pulang kampung setelah ada larangan mudik dan penghentian angkutan penumpang kapal laut dan pesawat. uwzyyvcugcje7opsjn7vSejumlah warga menunggu giliran pengurusan pembatalan tiket perjalanan kereta api di loket pelayanan Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra"Biasanya kami pulang saat bulan puasa menjelang Idul Fitri dan baru kembali ke Sampit setelah Lebaran Idul Adha. Kalau kondisinya seperti ini, mungkin pulang kampungnya setelah kapal penumpang kembali dibuka. Mudah-mudahan saja wabah COVID-19 ini segera berakhir sehingga semua kembali normal," katanya.Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra membenarkan aktivitas angkutan penumpang kapal laut untuk sementara dihentikan. (fhm/sumber antara/foto ist antara)

Tags :