Kapal Angkut Pasir Tenggelam di Berau, 1 ABK Ditemukan Tewas dan Nahkoda masih Pencarian

  • Oleh :

Minggu, 27/Sep/2020 20:43 WIB


TANJUNG REDEB (BeritaTrans.com) - Sebuah kapal pengangkut pasir dilaporkan tenggelam, di perairan Sungai Semurut sekitar 1 kilometer dari Dermaga Semurut, RT 01, Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita, Minggu (27/9/2020).Kapal dengan nomor lambung KM Winda 01 ini, mengangkut pasir dengan berat 30 meter kubit, berangkat dari Sambaliung, pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.00 Wita kemarin.Setibanya di Kampung Tabalar, Nakhoda kapal bernama Kahar (35) memutuskan untuk istirahat.Namun, pada pukul 04.00 Wita, anak buah kapal (ABK) yakni Alimudin (25) terbangun karena merasakan kapal sudah mulai tenggelam. Kemudian pria 25 tahun itu memutuskan untuk menyelam dan keluar dari kapal.Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalui Kasat Polair, Iptu Amin Maulani ke awak media mengatakan, dugaan sementara penyebab kapal tenggelam, karena ada bagian kapal yang bocor.Ia menjelaskan masih ada dua orang dilaporkan hilang, yakni nakhoda kapal dan satu orang ABK bernama Ujang (30)."Dalam kapal tersebut, terdapat 3 orang yakni Kahar, selaku nakhoda, Ujang dan juga Alimudin yang berprofesi sebagai ABK," katanyaPosisi kapal yang sudah tenggelam, membuat para warga dan juga pihak kepolisian melakukan penyelaman ke dalam kapal tersebut, untuk mencari keberadaan Ujang dan Kahar."Untuk arus cukup tenang. Kami akan menyelam ke dalam dahulu, memastikan apakah ada korban atau tidak di dalam kapal tersebut, bebernya.Selain melakukan pencarian, pihaknya juga meminta keterangan saksi mata yakni Alimudin.Ia mengaku tertidur pada saat kejadian, sehingga tidak mengetahui secara pasti kronologinya. Ia terbangun, pada saat air sudah masuk ke dalam kapal."Dari pengakuan saksi yakni Alimudin, air sudah cukup tinggi di kapal. Ia terbangun, kemudian menyelam untuk bisa keluar dari kapal tersebut. Ia juga tidak melihat kedua rekannya, imbuhnya.Proses pencarian membuahkan hasil, sekitar pukul 17.25 Wita, jasad dari Ujang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Posisi jenazah sendiri, menurut Amin berada di dalam kapal. Diduga, korban terjebak sehingga tidak bisa keluar."Iya baru ditemukan, posisinya sudah meninggal dunia. Ia berada di dalam kapal, ungkapnya.Selain melakukan penyelaman, pihaknya juga melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan perahu para warga di Kampung Semurut.Untuk lokasi pencarian sendiri, diperlakukan jarak dengan luas mencapai radius 500 meter dari lokasi kapal tenggelam."Sementara ini, satu orang masih dalam pencarian yakni nakhodanya. Untuk waktu pencarian sendiri akan dilakukan hingga 3 hari ke depan. Jika memang belum ditemukan, maka akan ditambah selama 7 hari, tutupnya.(amt/tribunnews.com/foto:tribun)

Tags :