Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Kecelakaan Kerja Pelaut PT TPC

  • Oleh : Naomy

Selasa, 20/Okt/2020 08:29 WIB


IMG-20201020-WA0003JAKARTA (BeritaTrans.com) Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjadi mediator penyelesaian santunan bagi tenaga kerja pelaut yang mengalami kecelakaan kerjadalam menjalankan tugasnya sebagai pelaut.Adalah Master ex. VLGC Clipper, Handiko pada kapal PT Tanjung Perdana Cemerlang (TPC), alami cacat permanen pada kaki kirinya saat melakukan tugas di atas kapal.Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan telah memfasilitasi dan menyaksikan langsung penyerahan santunan berupa pembayaran gaji sakit kepada Handiko senilai Rp407, 97 juta di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (20/10/2020).Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Antarlembaga, Mayjen Buyung Lalana serta Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Hermanta menyaksikan penyerahan santunan.Buyung menyebutkan, penyerahan santunan kepada pelaut yang mengalami kecelakaan kerja merupakan bukti nyata keseriusan dan bentuk pelayanan kepada masyarakat dari Kemenhub melalui Ditjen Hubla.Keberhasilan mediasi ini bentuk nyata dan kepedulian dalam memberi perlindungan terhadap pelaut Indonesia," ujar Buyung.Selain itu, pemberian santunan ini juga membuktikan pengakuan dan pengabdian profesi pelaut dan ini merupakan contoh yang sangat baik.Hal ini juga sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo bahwa perlindungan dan sumber daya manusia atau pelaut merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim, ujarnya.Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta menambahkan, kedepan Ditjen Hubla akan terus menjadi mediator antarkedua belah pihak, karena ini merupakan bentuk pelayanan konkret dan dukungan kepada para pelaut Indonesia."Allhamdullilah hari ini kami bisa menyaksikan kembali penyerahan santuan berupa pembayaran gaji sakit selama kurang lebih satu tahun dari manajemen PT TPC kepada Handiko yang mengalami cacat permanen pada kaki kirinya saat melakukan tugas di atas kapal, kata Capt. Hermanta.Mediasi oleh pemerintah ini menunjukkan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat khususnya parapelaut Indonesiadalam upaya melindungi hak pelaut dan membantu menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkannya.Ke depan kami akan terus membantu memediasikan para pelaut yang menghadapi permasalahan dengan perusaan tempat bekerja khususnya bagi para pelaut yang mengalami kecelakaan sehingga menderita cacat permanen atau bahkan meninggal sehingga para pelaut dan ahli warisnya tidak terlalu lama menunggu hak yang harus diterimanya," tutup Capt. Hermanta. (omy)Foto: indi astono (humas hubla)