Kemenhub-Pelindo I Tandatangani Perjanjian Sewa Tanah Penimbunan Barang di Belawan

  • Oleh : Naomy

Selasa, 27/Okt/2020 19:00 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Guna mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) berupa Tanah Lapangan Penimbunan Barang Kontruksi Beton pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan dalam menunjang kegiatan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Kementerian Perhubungan melalui Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan menyampaikan usulan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN).Mekanismenya sewa dalam rangka penyediaan infrastruktur (Sewa Infrastruktur) kepada Kementerian Keuangan dan telah disetujui untuk melakukan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan.Menindaklanjuti persetujuan oleh Kementerian Keuangan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan menginisiasi penyusunan draft Perjanjian Sewa dalam rangka penyediaan infrastruktur BMN dengan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) berupa Tanah Lapangan Penimbunan Barang Konstruksi Beton seluas 125.258 m dengan mekanisme sewa infrastruktur."Saya menyambut baik perjanjian sewa BMN, ini merupakan suatu upaya untuk melegalisasi aset-aset yang ada di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan adanya bentuk sinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia I," ujar Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo saat memberikan sambutan di Penandatanganan Perjanjian Sewa BMN di Jakarta, Selasa (27/10/2020).Dijelaskannya, kerja sama perjanjian sewa dalam rangka penyediaan infrastruktur tersebut berlaku dalam jangka waktu 50 tahun ini dalam rangka Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa Tanah Lapangan Penimbunan Barang Kontruksi Beton."Melalui perjanjian ini dapat memberikan nilai positif pada peningkatan penerimaan negara dan peningkatan ekonomi sekitar karena dengan adanya pengembangan infrastruktur pelabuhan diharapkan sektor perekonomian di Provinsi Sumatera Utara akan semakin baik sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri Perhubungan untuk terus mendorong sektor perekonomian di berbagai daerah," urainya.Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Capt. Marihot Simanjuntak menyampaikan, c.q. Satker Peningkatan Fungsi Kepelabuhanan Pusat bekerjasama dengan Islamic Development Bank telah melakukan tahap pengembangan Pelabuhan Belawan melalui pekerjaan The Development of Belawan Port Project Phase-1 (IND-133) Tahun Anggaran 2011 s.d. 2019 dengan ruang lingkup pekerjaan berupa reklamasi, soil improvement, pavement (container yard, road, parking area), drainage dan distribution pipe dimana pekerjaan selesai per 14 Februari 2019 dan telah diserah-terimakan aset BMN dari Satker Peningkatan Fungsi Kepelabuhanan Pusat kepada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan pada 30 September 2019."Salah satu yang menjadi latar belakang perjanjian kerja sama sewa ini yaitu dengan memperhatikan ruang lingkup pekerjaan tersebut, serta untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan," ungkapnya.Sebagai informasi, Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa Tanah Lapangan Penimbunan Barang Kontruksi Beton seluas 125.258 m disewakan kepada PT. Pelindo I (Persero) dengan jangka waktu sewa BMN selama 50 tahun terhitung sejak tanggal perjanjian sewa antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. Pelindo I (Persero) dengan total nilai sewa sebesar Rp1.679.486.255.461,- dengan mekanisme pembayaran secara bertahap, dimana pembayaran pertama uang sewa sebesar Rp14.719.475.318,- telah disetorkan oleh PT Pelindo I (Persero) ke Kas Negara pada 23 Oktober 2020.Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Kementerian Keuangan, Kepala Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan BMN, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Kepelabuhanan, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Belawan, Kepala Lembaga Manajemen Aset Negara Kementerian Keuangan, Para Kepala Bagian di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut, serta Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero). (omy)