Jet Tempur Taiwan Jatuh saat Latihan, Pilot Tewas

  • Oleh :

Kamis, 29/Okt/2020 15:32 WIB


TAIPEI (BeritaTrans.com) - Seorang pilot Angkatan Udara (AU) Taiwan tewas setelah pesawat tempurnya jatuh di lepas pantai pulau itu dalam latihan rutin. Ini merupakan kecelakaan fatal kedua dalam tiga bulan.Pilot Chu Kuang-meng sempat melontarkan diri dari kokpit jet F-5E setelah melaporkan kerusakan mesin tak lama setelah lepas landas pada Kamis (29/10/2020).Perwira berusia 29 tahun ditemukan di laut dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pilot nahas itu sempat menjalani perawatan, namun nyawanya tidak tertolong.Kecelakaan itu terjadi saat Angkatan Udara (AU) Taiwan melakukan latihan rutin, guna menghadapi meningkatkan provokasi militer China ke negara pulau itu.Taiwan mengatakan mereka menugaskan pesawat tempurnya dua kali lebih banyak untuk mencegat jet-jet tempur China yang semakin sering berada di Selat Taiwan serta Zona Pertahanan Udara (ADIZ).Beijing memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya, bahkan tak segan akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksanya bergabung dengan China daratan jika diperlukan.Para pengamat mengatakan meningkatnya intensitas jet tempur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di dekat wilayah Taiwan merupakan upaya menguji respons pertahanan pulau itu.Pesawat tempur Taiwan mayoritas berusia tuaF-5E adalah pesawat tempur generasi lawas dengan desain yang dibuat sejak 1960-an.Kepala Staf Angkatan Udara Taiwan, Huag Chih-wei mengatakan kepada wartawan bahwa semua pesawat tempur F-5 telah dilarang untuk pemeriksaan keamanan sejak kecelakaan bulan lalu.Pada Juli lalu, dua awak tewas dalam kecelakaan helikopter saat militer Taiwan mengadakan latihan rutin di seluruh pulau, termasuk satu simulasi serangan pantai dari China.Taiwan berada di bawah ancaman invasi oleh China sejak kedua belah pihak berpisah pada tahun 1949 setelah perang saudara.Beijing meningkatkan tekanan militer, ekonomi, dan diplomatik pada Taiwan sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai Presiden pada 2016. Tsai dengan tegas menolak mengakui Taiwan merupakan bagian dari satu China. (lia/sumber:inews)