Aptrindo soal Pembatasan Operasional Truk: Petugas harus paham kebijakan

  • Oleh :

Jum'at, 30/Okt/2020 13:38 WIB


  • JAKARTA(BeritaTrans.com) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengharapkan petugas yang mengawasi pembatasan operasional angkutan barang terkait libur nasional dan cuti bersama sekarang ini benar benar memahami isi kebijakan tersebut sesuai Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat No: SE 22/AJ.201/DRJD/2020 Harapan itu ditegaskan Waketum DPP Aptrindo Bidang Sarana/Prasarana, Marga Janto Santoso dalam percakapan dengan Aksi.id dan BeritaTrans.com, Kamis (29/10/2020).Marga Janto mengatakan masalah ini penting kita ingatkan. "Karena pada hari pertama pelaksanaan arus mudik libur nasional dan cuti bersama (27 Oktober), truk yang mengangkut muatan ekspor/impor semuanya dikeluarkan dari jalan tol untuk pindah ke jalan arteri."Padahal dalam SE Dirjen Perhubungan Darat No:SE 22/AJ.201/DRJD/2020 jelas menyebutkan kendaraan angkutan barang ekspor impor dikecualikan dari pembatasan operasional di jalan tol tersebut.Akibat ketidak pahaman petugas di lapangan dapat mengganggu kelancaran arus barang impor /ekspor."Kita wanti wanti ingatkan kepada instansi berwenang agar kejadian pada arus mudik hari pertama (27 Oktober) tidak terulang lagi pada arus balik 31Oktober-2 November nanti," ujar Marga Janto.Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerbitkan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang pada ruas tol termasuk Tol Jakarta -Cikampek guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur nasional dan cuti bersama tersebut mulai 27 Oktober sampai 2 November 2020.Pembatasan operasional ini diberlakukan untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Oktober 2020 s/d 2 November 2020, terhadap mobil barang bersumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan dan gandengan, mobil barang pengangkut bahan galian, bahan tambang dan bahan bangunan.SE Dirjen Hubdar yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang tersebut mengecualikan terhadap mobil angkutan barang yang mengangkut bahan bakar minyak atau gas, barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang serta pengangkut sembako dengan melengkapi surat muatan yang diterbitkan pemilik barang. (wilam)

    Tags :