Sopir Bus Sinar Jaya: Libur Panjang, Penumpang Sepi, Jalan Macet

  • Oleh :

Jum'at, 30/Okt/2020 07:51 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Adalah Khasanuri, 58 tahun, sopir PO bus Sinar Jaya jurusan Jakarta-Slawi, Jawa Tengah. Dia mengeluhkan sepinya penumpang dan harus menambah waktu perjalanan di masa libur panjang panjang ini."Seramai-ramainya penumpang, juga masih dibatasin 21 orang. Kalau ada lebih misalnya 22 sudah diturunin sama dishub," celoteh warga Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Selain jumlah penumpang yang tidak bertambah selama masa libur panjang ini, Khasanuri juga harus menambah waktu perjalanan akibat macet, yang diakibatkan oleh ramainya kendaraan pribadi di jalan raya termasuk jalan tol.
"Masa begini malah macet yang ada. Macet mulai dari Kerawang Bawat sampe rest area 57 tu,"kata pria yang akrab dipanggil Sanuri itu.Dia mengungkapkan, jika perjalanan normal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang dia kendarai akan menempuh waktu perjalanan selama empat jam, namun sekarang harus ditempuh selama lima jam.Dia mengatakan bahwa perjalanan dari arah Jakarta menuju Sllawi kerap terjadi penumpukan kendaraan. Namun untuk dari Slawi ke arah Jakarta tidak macet alias normal."Yang macet itu dari sini(Jakarta) ke sana(Jawa Tengah) macet. Ya sekarang banyak mobil kecil. Dia zik-zak enggak karuan enggak tahu aturan di jalan raya," keluh ayah tujuh orang anak ini.Meski memasuki masa libur panjang, yang harusnya akan berdampak baik bagi ramainya jumlah penumpang bus, namun akibat pandemi, sebagian masyarakat memilih enggan menggunakan alat transportasi darat seperti bus.Gaji yang dia terima dengan sistem per jumlah penumpang, saat ini dirasakannya sangat berkurang dari masa sebelum pandemi Covid-19."Ini sitemnya per-KP(kepala), ya cukup enggak cukup, ya dicukup-cukupin. Ya Alhamduillah. Kita kalau enggak begini(kerja), bagaimana!" celoteh pengemudi bus, yang sudah bergabung dengan Sinar Jaya itu dari tahun 1994.Ditengah masa sulit menjadi sopir dan untuk mencukupi biaya rumah tangga dan untuk biaya pendidikan ke tujuh anaknya dia juga memiliki usaha lain yaitu berjualan buah di rumahnya, yang dikelola dia saat tidak bawa bus dan istri bersama anaknya."Ya untung aja ada usaha dagang. Buah-buahan," katanya.Penghasilan selama pandemi dari membawa bus dikatakan Sanuri hanya sebatas aktivitas mengisi waktu luang dari pada menganggur di rumah."Sebulan cuma lima PP (pulang-pergi). Ya paling banyak tujuh lah. Dari pada nganggur dan minta sama istri mending narik ajalah," katanya.Untuk operasional bus Sanuri mengatakan bus yang dia berangkatkan minimal harus memiliki jumlah penumpang sebanyak 15 orang. Saat ini dirasakan Sanuri kebanyakan masyarakat memilih berlibur dengan menggunakan mobil pribadi dan juga ada yang cenderung tidak melakulan liburan lantaran masih pandemi.Untuk menggunakan bus, masyarakat tidak membutuhkan sejumlah persyaratan. Pengguna bus cukup mengenakan masker dan harus saling berjaga jarak selama di perjalanan.Sanuri berharap keadaan bisa kembali normal kembali. Dapat mengangkut penumpang dengan jumlah sesuai kursi yang tersedia. Jika normal bus yang dioperasikannya akan lebih dari tujuh kali trip. (fahmi).

Tags :